Tips Memilih Oli Mesin Motor Berdasarkan Kebutuhan Motor Anda

jenis oli mesin motor

Sebagai pengguna sepeda motor, Anda harus tahu apa saja jenis oli mesin motor serta untuk apa saja fungsinya. Pasalnya, ada berbagai jenis oli yang berbeda berdasarkan bahan pembuatannya. Oli pada mesin sendiri adalah pelumas yang berguna sebagai pendingin dan penyekat mesin motor.

Apa Itu Oli Mesin Pada Sepeda Motor dan Fungsinya

apa itu pengertian dan definisi oli mesin motor

Sebelumnya, Anda perlu tahu dulu apa yang dimaksud dengan oli mesin motor. Oli ini merupakan pelumas yang khusus digunakan untuk melumasi mesin motor agar mesin lebih awet dan tidak terjadi keausan.

Fungsi oli adalah untuk mencegah terjadinya benturan antar logam dengan logam komponen mesin motor lainnya menjadi seminimal mungkin. Berikut ini adalah berbagai fungsi lain dari penggunaan oli mesin pada motor Anda :

  • Menghaluskan suara mesin motor => Oli yang masih bersih dan baru bisa meredam suara yang timbul akibat adanya gesekan komponen mesin. Jadi, suara motor akan lebih halus. Jika suara motor sudah terdengar kasar, maka berarti sudah saat mengganti oli mesin motor Anda.
  • Mesin motor terhindar dari korosi => Adanya zat aditif pada oli mesin bisa melindungi komponen dari karat atau korosi. Pasalnya, mesin motor terdiri dari logam yang rendan berkarat. Karena itu, penggantian oli harus secara rutin dilakukan sesuai interval yang disarankan.
  • Meminimalisir goresan pada mesin motor => Ketika mesin motor bekerja, maka ada gesekan antar komponen dalam mesin motor. Fungsi oli mesin adalah untuk mencegah terjadinya goresan dan aus pada mesin motor karena gesekan tersebut.
  • Menjaga temperatur mesin motor => Seiring kerasnya mesin motor bekerja, maka temperaturnya akan menjadi panas. Dengan demikian oli mesin yang baik akan menjaganya agar tidak terlalu panas.

4 Jenis Oli Mesin Motor Berdasarkan Bahan Material Pembuatannya

jenis material bahan oli mesin motor

Oli yang digunakan sebagai pelumas mesin motor ternyata ada berbagai jenis. Yang membedakannya adalah bahan pembuatan oli tersebut. Berikut ini adalah 4 jenis oli yang dimaksud yang sering kali digunakan sebagai pelumas mesin motor Anda :

1, Oli Vegetable

Seperti namanya, oli ini dibuat dari tumbuhan berupa jarak yang pembuatannya disuling menjadi minyak. Oli ini merupakan salah satu pelumas yang paling baik sehingga banyak diterapkan pada berbagai ajang perlombaan atau racing.

Akan tetapi, oli ini memiliki harga yang cukup mahal serta memiliki proses oksidasi yang cepat. hal ini membuat oli dari minyak jarak tidak disarankan untuk penggunaan dalam jangka waktu lama.

2. Oli Mineral

Jenis oli yang satu ini dibuat melalui proses penyulingan bahan mineral. Kelebihannya adalah bisa menjaga mesin motor lawas menjadi lebih awet. Selain itu, getaran dari mesin cenderung lebih halis saat mesin motor dingin. Harganya juga lebih murah dibandingkan jenis oli sintetik.

Sedangkan kekurangan oli mineral adalah struktur molekulnya yang tidak seimbang. Penggunannya juga bisa meninggalkan kerak pada permukaan komponen mesin motor Anda.

3. Oli Syntetic

Bahan pembuatan oli ini adalah dari produk petroleum seperti halnya ettylee dimana proses pemuatannya secara kimiawi. Oli ini memiliki beragam keunggulan seperti halnya lebih stabil dan memiliki kemampuan pelumasan yang sangat baik.

Oli syntetic juga tidak cepat menghitam warnanya dan membantu membersihkan mesin dari kerak karbon. Penggunaan oli ini bisa menjaga mesin motor relatif dingin sehingga banyak disukai pengguna motor.

4. Oli Semi Syntetic

Untuk oli yang satu ini, bahan pembuatannya adalah dari campuran antara oli mineral dan syntetic. Oli tersebut menghasilkan kemampuan pelumasan yang baik. Selain itu, harganya juga relatif lebih murah dibandingkan dengan oli syntetic.

Oli ini ternyata juga memiliki kekurangan tersendiri ketika digunakan. Di dalamnya mengandung karbon aktif seperti halnya sulfur yang masih ada seperti pada oli mineral. Jenis oli semi synthetic adalah salah satu oli yang harus Anda kenal sebelum memilihnya untuk diaplikasikan pada motor kesayangan milik anda.

Kode SAE dan API Pada Spesifikasi Kemasan Oli Mesin

kode SAE dan API pada oli mesin motor

Pada saat menggunakan oli mesin, terdapat berbagai hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kode dan spesifikasi yang tercantum pada kemasan oli mesin, yang biadanya terdiri dari kode SAE maupun API. Berikut ini makna dan perbedaan kedua kode tersebut :

Kode SAE pada Kemasan Oli Mesin

SAE artinya Society of Automotive Engineer yang diidentikan dengan kekentalan oli atau pelumas. Asosiasi ini mengatur standarisasi pada berbagai bidang termasuk pada desain teknik dan manufaktur.

Pada kemasan oli yang Anda beli biasanya akan tertulis SAE 10W-30, 10W-40 atau 20W-40, 20W-50 dan lainnya aga. Banyak yang belum mengetahui makna dari kode tersebut.

Huruf W pada kode SAE di atas merupakan singkatan dari “Winter”. Jadi, formulasi sebuah oli akan disesuaikan dengan dua musim, yaitu musim dingin dan panas, sehingga saat suhu motor dingin, oli mesin akan mengental.

Jadi, arti kode angka di depan huruf W di atas berarti tingkat kekentalan oli saat suhu dingin. Sedangkan angka di belakang huruf W adalah tingkat kekentalan oli ketika mesin dalam kondisi bekerja atau dalam keadaan panas.

Angka yang semakin besar menunjukkan semakin besar kekentalan oli mesin tersebut. Sementara itu, semakin dingin suhu suatu wilayah, maka tingkat kekentalannya akan semakin encer.

Kode API pada Kemasan Oli Mesin

Selanjutnya, Anda perlu memahami apa yang dimaksud dengan kode API yang merupakan singkatan dari American Petrolium Institute. Kode ini adalah standar untuk menentukan kualitas oli.

Biasanya, Anda akan menemukan kode API disertai dengan 2 tambahan huruf di belakangnya. Contohnya adalah API SN atau API CH. Huruf pertama tersebut akan menujukkan jenis kendaraan bensin maupun gasoline yang dilambangkan dengan huruf S. Sedangkan mesin diesel akan disimbolkan dengan huruf C.

Huruf kedua di atas menjelaskan kualitas yang ada pada oli mesin. Contohnya adalah API SG dan API SN. Semakin baru jenis oli tersebut maka kode alfabet akan semakin jauh.

Arti dari Spesifikasi Tingkat Kekentalan Oli Mesin Motor

tingkat kekentalan oli mesin motor

Salah satu hal yang harus Anda ketahui tentang oli mesin motor adalah tingkat kekentalannya. Hal ini akan brpengaruh pada penggunaannya. Kekentalan oli sendiri akan disesuaikan dengan kebutuhan mesin motor karena setiap jenis motor membutuhakn standar oli yang berbeda, ada yang encer maupun kental. Saat penggunaan oli tidak sesuai standar kebutuhannya, maka yang terjadi adalah mesin motor bisa cepat rusak.

Misal penggunaan oli pada motor terlalu kental, maka akan membuat penyalurannya ke komponen bergerak pada mesin menjadi kurang lancar. Dengan demikian, maka mesin motor akan lebih cepat rusak, apalagi, saat putaran mesin dalam keadaan tinggi.

Pada celah komponen yang rapat dan lubang saluran oli ke cylinder head yang kecil maka penyaluran oli akan kurang optimal. Jadi, penggunaan oli sebaiknya sesuai standar pabrikan saja.

Sebagai pengguna motor, tidak ada salahnya mengetahui arti dan spesifikasi kekentalan oli motor. Berikut ini adalah beberapa contohnya agar anda bisa mengetahui cara membacanya :

SAE 20W-50

Makna dari kode ini adalah kalau suhu mesin dingin maka kekentalan oli adalah 20. Sedangkan jika suhu mesin panas, maka tingkat kekentalan oli ada di angka 50. Jenis oli ini dianggap paling kental dan  memiliki tingkat penguapan yang rendah. Peruntukannya adalah untuk mesin-mesin motor keluaran lama atau yang memiliki beban kerja yang berat.

Jika motor yang Anda miliki berusia di atas 10 tahu atau untuk motor klasik, maka oli ini sangat cocok digunakan. Hal ini bertujuan agar tekanan kompresi tetap terjaga dengan optimal. Sebaliknya, oli ini tidak untuk diterapkan pada motor dengan spesifikasi oli encer. Akibatnya adalah tarikan motor akan semakin berat.

SAE 10W-30

Oli dengan spesifikasi ini berarti pada suhu dingin akan memiliki kekentalan di angka 10. Sedangkan pada suhu panas mesin bekerja, tingkat kekentalan olinya ada pada angka 30.

Kekentalan 10W umumnya memiliki keunggulan yaitu mampu di start pada suhu dingin sampai dengan -20 derajat celcius. Oli ini mampu mengalir pada pemompaan sampai -30 derajat celcius.

SAE 10W-40

Oli mesin dengan kode ini artinya pada suhu dingin maka oli memiliki angka kekentalan 10. Sedangkan pada suhu panas atau lebih dari 60 derajat celcius ketika mesin bekerja, maka kekentalan oli akan berubah menjadi angak 40.

Jenis oli mesin atau pelumas ini diperuntukkan khusus untuk mesin motor dengan kinerja tinggi, seperti halnya apda motor dari pabrikan Yamaha. Jadi, saat mesin motor dihidupkan, akan terdengar suara putaran yang cukup halus. Selain itu, suhu di dapur pacu tidak akan terlalu panas seperti halnya jika menggunakan SAE 20W-50.

SAE 5W-30

Spesifikasi oli ini tergolong encer meskipun berada di suhu kurang dari -30 derajat celcius. Namun, mesin motor masih tetap dihidupkan. Beberapa jenis motor yamaha direkomendasikan menggunakan oli ini, seperti halnya yamaha YZF-R25.

Sebenarnya, oli ini dirancang khusus untuk motor-motor kompetisi yang memiliki putaran mesin mencapai 14 ribu rpm. Bisa dikatakan bahwa oli ini termasuk oli racing.

7 Dampak dari Telat Ganti Oli Mesin Pada Sepeda Motor

efek sering telat ganti oli motor

Fungsi dari oli mesin motor sangat penting. Karena itu, Anda harus rutin menggantinya. Jika tidak, maka akan ada berbagai dampak yang tidak Anda inginkan, seperti halnya :

  1. Kinerja mesin kurang optimal
  2. Tidak mampu memberikan proteksi maksimal pada mesin
  3. Bisa muncul sludge atau endapan oli di bawah mesin
  4. Mesin motor bisa rusak karena komponen mesin seperti piston, blok silinder dan sistem transmisi bekerja tanpa pelindungan dari oli yang bersih
  5. Motor bisa turun mesin dan harus mengganti komponen yang rusak
  6. Mesin motor menjadi cepat panas
  7. Bahan bakar menjadi boros

Demikian beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang oli mesin motor. Sebaiknya, gunakan oli yang direkomendasi dari pabrikan motor yang Anda miliki agar kinerja mesin motor sebagai komponen utama kendaraan bisa bekerja optimal. Selain mempengaruhi kenyamanan berkendara, penggunaan oli yang kurang tepat akan membuat biaya perawatan yang lebih mahal.

Salah satu pabrikn motor yang memiliki produk yang banyak diminati di Indonesia adalah Yamaha. Untuk mendapatkan motor yamaha berbagai unit, maka kunjungi dealer resmi yamaha Fortuna Motor.

Kami menyediakan cara pembelian yang mudah dan cepat, yaitu dengan cash maupun kredit. Untuk pembelian kredit, maka akan kami tawarkan Dp rendah dan bunga ringan. Prosesnya juga mudah dan terdapat berbagai pilihan unit motor, seperti matic bebek hingga motor sport yamaha.

3 thoughts on “Tips Memilih Oli Mesin Motor Berdasarkan Kebutuhan Motor Anda

  1. trisno bgt says:

    kalo ane biasanya ngecek sae nya min. udah terbiasa pake sae yang 10w-40 (federal oil) buat motor ane. disesuain biar motor gak ngadat kalo pake sae yang beda hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *