Apakah Efektif Menggunakan Cairan untuk Mengatasi Bocor pada Ban Tubeless?

cairan ban tubeless

Cairan ban tubeless tentu sudah tidak asing di telinga Anda. Cairan penambal ini disebut juga sebagai “tire sealant” yang sering dimanfaatkan oleh pemakai ban tubeless. Dengan menggunakan cairan ini, maka Anda tidak perlu ke tambal ban jika ban bocor. Namun sebelum memanfaatkan tire sealant, sebaiknya Anda ketahui dulu apakah cairan tersebut cukup efektif bagi motor Anda atau tidak.

Apa Itu Cairan Ban Tubeless anti Bocor dan Bagaimana Cara Kerjanya?

apa itu cairan anti bocor pada ban tubeless

Beberapa perusahaan berinovasi untuk menciptakan cairan khusus untuk menambal lubang kecil pada ban. Cairan ini sifatnya bisa menjadi elastis yang pekat jika terkena tekanan. Cairan penambal ban ini juga sering ditawarkan oleh toko ban kepada konsumen saat melakukan penggantian ban tubeless.

Cairan ini diyakini bisa mencegah ban bocor karena lubang yang timbul setelah paku dilepas bisa menutup otomatis. Cara penggunaan cairan ini sendiri adalah dengan memasukkannya melalui pentil ban motor setelah ban di pasang pada pelek motor.

Bagaimana cara kerja cairan penambal ban? Saat terjadi lubang karena paku atau benda tajam lain, maka cairan ini akan merembes ke lubang tersebut. Cairan akan berubah sifatnya dan menutupi lubang tersebut. Karena itulah, banyak pengendara motor yang berminat pada penambahan cairan ban tubeless.

Penggunaan dari cairan penambal ban ini sebenarnya tidak dianjurkan oleh pabrikan karena bukan solusi paling tepat menangani ban bocor. Maka, ketahui dulu kelemahan dari penggunaan cairan tersebut sebelum terbujuk oleh promo toko ban.

Penggunaan Cairan untuk Ban Tubeless Tidak Direkomendasikan

velg motor korosi akibat ban tubeless

Meskipun diklaim dengan berbagai kegunaan di atas, namun sebenarnya, penggunaan cairan penambal ban tersebut tidak direkomendasikan. Maka, Anda wajib mengetahui efek negatif dan juga kelemahan dari penggunaan cairan tersebut sebelum mencoba menggunakannya.

Salah satu alasan kenapa cairan ban tubeless tidak dianjurkan adalah karena kandungan unsur korosif. Penggunaan cairan ini tidak terlihat pada ban, namun bisa berakibat buruk pada pelek ban. Resiko yang terjadi bisa sangat fatal, yaitu timbulnya karatan pada bibir pelek. Akibat selanjutnya adalah ban sering kali kempis karena velgnya rusak.

Jika pada demonstrasi ada sebuah ban di tusuk paku misalnya, dan ketika ban itu di cabut maka tidak terjadi kebocoran atau angin tidak keluar. Namun beda halnya jika motor anda sedang dijalankan dan menahan beban, maka udara di dalam ban tetap keluar disertai dengan cairannya. Cairan akan bercipratan kemana-mana hingga pada body motor yang bisa merusak cat nya.

Cairan penambal ban juga memberikan dampak negatif karena bisa menyumbat pentil ban seiring dengan berjalannya waktu pemakaian. Jika sudah mampet, maka Anda harus mengganti bagian dalam pentilnya lalu udara bisa dipompa.

Jika Anda tetap ingin menggunakan cairan ini, maka sebaiknya gunakan yang bermerk atau gunakan dari produsen yang jelas. Dengan demikian, resiko kerusakan pada ban maupun pelk bisa lebih diminimalisir.

Jika Ban Tubeless Anda Bocor Sebaiknya Di Tambal Saja

tambal ban tubeless manual lebih baik daripada cairan

Jika ban tubeless Anda bocor, maka akan lebih baik jika dibawa ke tukang bengkel atau pom bensin yang menyediakan jasa tambal ban tueless untuk di tambal. Hal ini sangat memungkinkan karena tipe ban tubeless tidak langsung kempis meskipun terkena paku dan berlubang. Udara akan keluar sedikit demi sedikit dari lubang yang bocor tersebut. Jadi, Anda masih ada waktu untuk mengendarainya hingga sampai ke bengkel atau tukang tambal terdekat. Itulah kelebihan yang menjadi perbedaan ban tubeless dan ban biasa yang jika tertusuk benda tumpul maka akan kempis pada saat itu juga.,

Buknkah jika ban ditambal dengan cara biasa itu akan rusak? Pastinya tidak akan kembali seperti semula. Jika dikatakan rusak hingga tidak bisa terpakai dan membehayakan tent saja tidak. Namun metode ini lebih baik daripada velg motor anda korosi, juga cairan ban tubeless itu biasanya tetap keluar dan menempel di body motor yang kemudian akan merusak catnya.

Perlu Anda ketahui juga bahwa ban tubeless ini termasuk ban yang kuat. Ban ini dirancang tanpa tube atau tanpa ban dalam yang pertama kali diciptakan sekitar tahun 1990. Saat ini, penggunaan ban tubeless juga sudah populer. Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di toko ban terdekat, di delaer resmi atau di bengkel motor.

Sepeda motor sendiri adalah kendaraan yang banyak digunakan di Indonesia oleh berbagai kalangan. Salah satunya motor dari Yamaha yang bisa Anda beli di dealer resmi yamaha Fortuna Motor. Kami memberikan layanan berupa pembelian secara cash maupun kredit. Tentunya, kami akan berikan kemudahan berupa Dp rendah dan cicilan ringan. Dengan demikian, maka Anda bisa segera membawa pulang motor yamaha impian Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *